-
.nonopipipau's scene.: help me dooooooong
0011001011
0000000000
0000000000
0010000010
0000110001
0001101000
0111010110
1110010111
0100101111
0001001011
0000010000
0000001111
1010000001
1100000000
0010000000
0010100001
0000001011
0000100001
0111000111
01100000114332211331
2444332434
1111111114
… -
Death’s a fierce meadowlark: but to die having made
Something more equal to centuries
Than muscle and bone, is mostly to shed weakness.
The mountains are dead stone, the people
Admire or hate their stature, their insolent quietness,
The mountains are not softened or troubled
And a few dead men’s thoughts have the same temper - for Christopher McCandless -
Tambah semangat buat nulis, hhehehehehe..
-
How to Became a Success Personality?
Setiap individu memiliki pemahaman akan sebuah kesuksesan yang berbeda (tidak sama), sehingga dapat dikatakan bahwa kesuksesan adalah relatif, tergantung dari bagaimana sudut pandang individu tersebut dalam memahami sebuah kata “sukses”.
Tetapi pada umumnya sama, individu mengartikan kata “sukses” dengan kata “berhasil”. Yang membedakan antar setiap individu adalah arti khusus dari kata “sukses” tersebut. Berikut ini beberapa pandangan tentang sebuah kesuksesan:
1. Sukses bagi saya adalah ketika saya memiliki segalanya untuk memenuhi kebutuhan dalam hidup;
2. Saya menganggap bahwa sukses merupakan suatu kejadian dimana saya dapat memecahkan suatu masalah yang menjadi tuntutan terpenting dengan sempurna;
3. Sukses adalah saat saya berhasil menduduki peringkat pertama dan membawa pulang penghargaan dalam suatu kompetisi; dan
4. Menurut saya seseorang dapat dikatakan sukses jika ia dapat mengontrol dirinya, kebutuhan-kebutuhannya, sehingga terjadi keseimbangan dalam berhubungan secara intrapersonal maupun interpersonal.
Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda masuk dalam salah satu pandangan tersebut? Tidak menutup kemungkinan jika pandangan Anda berbeda dengan pandangan individu lain.
Yang menjadi pertanyaan utama adalah bagaimana menjadi seorang individu yang dapat dikatakan sukses baik bagi diri sendiri maupun orang lain? Apa yang sebenarnya kita butuhkan untuk itu? Bagaimana cara meracik agar kita menjadi seseorang dengan pribadi yang sukses?
oleh: Aryan Pandam Raafi
To be continued.. :D
-
GIBASA (fourth day)
Pertemuan hari ini dimulai dengan me-review pertemuan minggu lalu yang bertema “CHANGE”. Dimulai dengan permainan yang menggambarkan bagaimana suatu paradigma yang telah ada dalam diri kita, yang sudah menjadi mind set dari kebanyakan individu. Kemudian dengan permainan “think out of the box” yang menuntut kita untuk berpikir secara “tidak biasa”, berpikir untuk melakukan dengan cara yang berbeda, dan saya pun belum berhasil dalam permainan ini, saya hanya bergelut di sekeliling kesembilan titik tersebut, mencari bagaimana cara agar seluruh titik terhubung tanpa terputus. Selanjutnya dengan menulis menggunakan tangan yang berbeda. Hal yang umum saya rasakan ketika menulis dengan tangan kiri, seperti tidak nyaman, sulit, dan hasilnya pun belum memuaskan, namun itulah yang disebut dengan perubahan. Perubahan memang terlihat sulit, karena berbeda dengan apa yang telah kita dan orang lain lakukan. Namun, jika kita memandang bahwa perubahan itu merupakan suatu hal yang positif, maka perubahan tersebut akan menjadi tantangan baru, sebuah keasyikan, sebuah paradigma baru yang tentunya menuju kepada hal-hal positif bagi setiap orang.
Dilanjutkan bagaimana menjadi seorang trainer/facilitator, ternyata setelah saya menyimak dengan baik, bahwa menjadi seorang trainer/facilitator tidaklah sulit, yang terpenting adalah adanya suatu keberanian, menguasai medan, dan pada saat kegiatan, trainer/facilitator dibantu dengan berbagai macam permainan yang dapat mewakilkan tentang materi yang akan disampaikan dalam proses pelatihan tersebut.
Kami, para GLS-ers ditantang lagi untuk memainkan sebuah permainan kelompok, secara umum dapat dibilang mudah, namun jika tidak terdapat keseimbangan dalam kelompok tersebut, maka bukan tidak mungkin kami tidak dapat menyelesaikan persoalan yang diberikan. Dari permainan ini, terdapat materi yang dapat saya tangkap, seperti berpikir asertif, pentingnya seorang leader dalam suatu kelompok, good communication, responsibility terhadap informasi yang kita miliki, dan yang terpenting bagi seorang konselor atau psikolog, simak aktif.
Hari ini begitu membuat saya berbeda. Saya merasa lebih fresh, karena banyak sekali ilmu yang saya dapat, banyak sekali sikap yang saya pelajari, banyak pertukaran pengalaman, dan saya merasakan kehangatan dalam berkumpul antar individu dengan basic yang sama, yaitu psikologi.
GIBASA Banzaaaaaiiii!! -
GIBASA (second day)
YES!! this is it! the day which have a lot of fun, experience, and more sweat certainly…
Hari ini, banyak sekali simulasi dengan berbagai macam permainan, jujur.. belum ada satu pun yang pernah saya mainkan, karena saya belum pernah mengikuti training sebelumnya.
Ini bukan permainan biasa, di dalamnya ada intisari yang harus kita ambil, bukan hanya menikmatinya namun kognitif kita harus terus berjalan, memikirkan bagaimana strategi yang harus digunakan, bagaimana cara bekerja sama, bahu membahu, saling memberikan dorongan, dan kekompakkan agar mencapai tujuan yang ingin di capai.
Kreativitas pun dituntut pada salah satu permainan kelompok. Ketika ada permainan “human machine”, saya langsung menggagas untuk membuat mesin tambal ban/kompressor. Saya dan kelompok saya pikir bahwa inilah yang unik, dengan ditambahkannya selang oleh Mr.Black, semakin memicu keunikan mesin yang kita buat bersama. Alhasil.. saya dan teman-teman mendapatkan rate ”BAGUS” dari 3 kelompok.. mantap.
Permainan lain yang kami menangkan adalah pada permainan balok, permainan ini sangatlah sulit jika dibayangkan, ditambah lagi ukuran badan di kelompok kami tidak seluruhnya langsing. Akhirnya konsep pun ditata sedemikian rupa, saya menjadi pengatur movement di depan. Percobaan pertama gagal, karena saya menginjak tanah, sebenarnya tidak ada yang melihat, tetapi saya kebiasaan jujur, sehingga langsung mengulang bersama teman-teman. Dengan dukungan satu sama lain, saling menginjak, saling menarik, saling teriak, menjaga keseimbangan agar tetap bertahan dan terus maju. Keinginan yang kuat membuat kelompok kami finish di urutan pertama.
Overall.. setiap permainan memiliki banyak arti, seperti:
1. Kepercayaan
2. Keyakinan bersama
3. Kemauan yang kuat
4. Komunikasi dengan bahasa yang mudah dipahami
5. Kekompakan
6. Semangat
7. Kebersamaan
8. Kreativitas, dsb.
Sebagai penutupan, saya bisa menyimpulkan dalam hal kepercayaan, bahwa: “Jika dalam suatu kelompok terdapat dua pemimpin dengan visi berbeda, maka kelompok tersebut tidak akan pernah bisa berjalan maju, walaupun hanya beberapa langkah”.
Disinilah pentingnya unsur-unsur dari permainan tersebut, dalam suatu kelompok/organisasi, haruslah saling mendukung satu sama lain dan membuat solusi serta saran untuk kemajuan bersama..
Banzaaaaiiii!!!
-
GIBASA (first day)
Berawal dari ajakan teman untuk mengikuti sebuah pelatihan yang free tetapi sangat bermanfaat dalam pengembangan kemampuan individu. Ketika saya membaca selebarannya, di atasnya tertulis GIBASA, saya langsung berpikir ini adalah sebuah komunitas pecinta damai (like: GIBAS) atau penjinak bom (GEGANA) atau bahkan gerakan anti narkoba (GRANAT), ternyata adalah kependekan dari Psikologi Bagi Bangsa. Dari sejak itu saya mengerti bahwa komunitas ini berbasis Psikologi.
Hari pertama, apa yang saya dapat? Ketika otak dipaksa untuk melakukan sesuatu dengan motivasi yang kuat dalam dirinya, maka bukanlah hal yang mustahil untuk mencapainya. Realitanya, dengan waktu kurang lebih 10 menit, saya pribadi dapat berkenalan dengan 22 orang yang baru saja saya temui, dengan berbagai ciri khas dan keunikan masing-masing.
Lebih dari itu, ternyata teman-teman saya saat itu bukan hanya mahasiswa, tetapi termasuk di dalamnya adalah seorang motivator, trainer, sarjana psikologi, HRD, dan siswa magister. Di luar dugaan awal saya yang mengira bahwa keseluruhan adalah mahasiswa/i.
Untuk selanjutnya, saya akan terus mengikuti dan mencoba untuk membangun kerjasama untuk sebuah perubahan yang telah menjadi tujuan saya dan juga GIBASA.
Bismillah..
